Waspadai 7 Hal Sepele yang Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Tagihan listrik sering membuat ibu rumah tangga mengalami sport jantung setiap bulan.  Dag dig dug, takut kalau-kalau tagihan listrik bulan ini membengkak tiba-tiba. Kalau sudah begitu, alamat kualitas menu dan jajan anak-anak terpaksa diturunkan.

Kalau mau jujur, besarnya tagihan listrik rumah tangga sebenarnya bukan hanya disebabkan tarif dasar listrik (TDL) yang  memang hampir tidak pernah turun dari waktu ke waktu. Di luar itu, kita juga harus menyadari adanya berbagai perilaku salah yang mengakibatkan pemborosan listrik.  Oleh karena itu, yang harus dilakukan pertama  dalam setiap rumah tangga adalah hemat listrik.

Upaya penghematan yang efektif sebenarnya dapat dimulai dengan melakukan hal-hal sepele di rumah. Banyak orang tidak sadar selama ini telah menggunakan berbagai barang elektronik dengan  tidak semestinya. Karena itu, ada baiknya kita juga meneliti lagi apa yang salah dengan pemakaian listrik di rumah.

Misalnya kebiasaan buruk tidak mencabut kabel charge ponsel dari saklar padahal sudah tidak digunakan. Atau lampu yang sering lupa dimatikan. Atau kabel penghangat rice cooker yang selalu tercolok puluhan jam setiap harinya.

Perlu diketahui, ada kebiasaan-kebiasaan sepele yang ternyata bisa mempengaruhi naiknya meteran listrik. Berikut penyebab meteran listrik mendadak naik dan tagihan membengkak:

1. Pemakaian AC yang Boros

Jika biasanya Anda menyalakan AC dari pagi hingga malam sampai pagi lagi, kini Anda harus lebih berhemat. Anda bisa menyalakan AC saat malam hari saja, sedangkan pagi hari Anda bisa menggunakan udara alam.

Daya untuk AC 1 PK bisa mencapai 700 watt. Jadi untuk keperluan menghidupkan AC dibutuhkan biaya kira-kira = 700 W x 10 jam/hari x 30 hari /1.000 x Rp 1.467,28 =Rp 308.129 ribu.

Agar lebih hemat energi, ahli listrik kita menyarankan penggunaan AC tipe Freon R32. Kendati harganya sedikit lebih mahal, menurutnya AC ini lebih hemat energi. Pilih AC yang PK-nya tidak terlalu besar. Biasanya AC ½ PK mengonsumsi listrik sebesar 350 watt, ¾ PK sebesar 500 watt, dan 1 PK sebesar 700 watt.

2. Pompa Air Juga Boros Listrik

Jika di rumah Anda dipasangi saklar otomatis untuk mematikan pompa air, maka cara ini membuat meteran listrik naik.

Mengapa? Karena dalam sistem ini, meski aliran air sudah dihentikan dengan menutup krannya, namun mesin masih terus menyala. Aliran listrik baru akan terputus (mesin off) setelah mencapai tekanan tertentu.

Di sinilah penggunaan energi listrik menjadi sangat tidak efisien karena untuk mencapai level tekanan tersebut, mesin akan menyedot daya listrik yang sangat besar. Jadi bayangkanlah jika dalam sehari ada beberapa anggota keluarga yang sering membuka tutup kran.

Solusi atas problem ini adalah dengan memasang tandon atau profil tank yang dipasangi saklar pelampung (radar). Tandon air memungkinkan pompa tidak terlalu sering  hidup dan mati karena saklar pelampung dapat diatur sesuai kebutuhan air dan stok air yang akan disimpan.

Bila Anda sudah memiliki tandon air, komponen otomatis bisa Anda non aktifkan. Dengan cara ini pompa menjadi lebih hemat listrik karena ia hanya akan menyala saat periode tertentu.

3. Penggunaan TV Tabung Yang Boros Listrik

TV tabung ternyata jauh lebih boros daripada TV LED atau LCD. Dibandingkan TV tabung, TV LED ternyata lebih menghemat daya 50 persen karena penggunaan pencahayaannya juga lebih sedikit dalam mengonsumsi daya listrik. 

Dibandingkan LED, ia juga lebih hemat 20 persen-30 persen. Hanya saja harga LED memang sedikit lebih mahal dibandingkan LCD.

4. Pemakaian Komputer Lebih Boros daripada Laptop

Sebenarnya yang membuat boros pemakaian komputer adalah CPU. CPU yang lama bisa menyedot daya listrik hingga 400 watt. Sementara laptop hanya butuh daya 25 watt.

Selain itu, beberapa merek laptop memiliki fitur pemutus arus charging otomatis. Dengan begitu, baterai laptop Anda tak cepat rusak saat kabelnya terkoneksi listrik terus-menerus selama beberapa jam.

5. Pilihlah Kulkas Sesuai Pemakaian

Dalam pemilihan kulkas, ada baiknya Anda mempertimbangkan pemakaian dan daya listrik yang diperlukan. Untuk kulkas 1 pintu biasanya butuh daya listrik 50 sampai 80 watt. Sedangkan yang 2 pintu daya listriknya 100-120 watt. Jadi, semakin besar kapasitas atau volume kulkas, daya listrik yang diperlukan juga semakin besar.

Tahukah Anda, 7 persen energi terbuang percuma jika kulkas terlalu sering atau terlalu lama dibuka. Lemari es tua yang berusia di atas 10 tahun juga semakin boros energi. Kebutuhan dayanya 75 persen lebih banyak ketimbang saat masih baru.

6. Daya Rice Cooker Juga Sangat Besar

Pemakaian rice cooker atau penanak nasi yang terus-menerus juga menjadi penyebab borosnya listrik. Bila dalam sehari rice cooker memanaskan nasi selama 10 jam, dan itu terjadi sepanjang hari selama sebulan, maka pemakaian listriknya adalah 77 Watt x 10 jam/hari x 30 hari/bulan = 23,1 kWh per bulan. Ini artinya, untuk penggunaan rice cooker Anda butuh biaya sekitar Rp 34 ribu.

Namun jika colokan rice cooker dicopot, maka pengeluaran akan lebih hemat. Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun menyarankan ingin mengonsumsi nasi hangat, kukus dulu sebentar menjelang waktu makan. Jadi Anda bisa menghemat puluhan ribu rupiah.

7. Mencabut Kabel-Kabel yang Tak Terpakai

Biasakan berperilaku hemat listrik seperti mencabut kabel-kabel yang terpasang di saklar yang tak digunakan. Biasanya kabel-kabel yang terpasang seperti kabel charger ponsel, kabel charger laptop, kabel tv, kabel penanak nasi dan beberapa kabel lainnya. Karena kabel yang terpasang, berarti listriknya terbuang sia-sia dan Anda harus tetap bayar.

Ternyata hal tersebut di atas sering luput dari perhatian kita sehari -hari. Jangan sampai bayar listrik bengkak tiap bulannya, malahan kemarin ada berita viral salah satu artis bayar listriknya bisa mencapai sampai puluhan juta rupiah. Pasti kaget saat mau bayar. Semoga kejadian tersebut tidak terjadi pada Anda.

Mau HEMAT BAYAR LISTRIK tiap bulan sampai 30%? Lumayan Sisanya Buat Jajan Anak